Selasa, 19 April 2011

KDM II (PENGGANTIAN ALAT TENUN, DENGAN SISTEM TERBUKA DAN TERTUTUP)

PENGGANTIAN ALAT TENUN,
DENGAN SISTEM TERBUKA DAN TERTUTUP


A. MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR TERTUTUP
Mengganti alat tenun pada tempat tidur tertutup
1. Pengertian
Yaitu penggantian alat tenun pada tempat tidur tanpa memindahkan pasien
2. Tujuannya
a. Memberikan perasaan senang pada pasien
b. Mencegah terjadinya decubitus
c. Memelihara kebersihan dan kerapian
3. Dilakukan pada tempat, dimana pasiennya harus istirahat secara mutlak (total bedrest), pasien sakit keras/pasien tak sadar, dan lain-lain.
4. Cara kerja dan persiapan alat
Persiapan alat :
a. Alat-alat tenun bersih yang dibituhkan dan disusun menurut pemakaiannya
b. Kursi/bangku
c. Tempat tidur
d. Talk
e. Ember berisi larutan desinfektan
f. Lap kerja 2 helai (basah dan kering)
5. Persiapan pasien
a. Alat-alat dibawa ketempat pasien
b. Selimut dan bantal yang tidak perlu kita angkat lalu ditaruh diatas kursi
• Pasien dimiringkan pada salah satu sisi tempat tidur (bila perlu diganjal bantal supaya tak jatuh)
• Lakukan segera perasat ini pada bagian tempat tidur yang kosong
• Lepasakan alat-alat tenun yang kotor dari bawah kasur, lalu digulung satu persatu sampai dibawah punggung pasien, yaitu :
 Sprei kecil digulung ketengah tempat tidur sejauh mungkin
 Peralak dibersihkan dengan lap larutan desinfektan dikeringkan
 Sprei besar digulung ketengah sejauh mungkin
• Alas tempat tidur dan kasur dibersihkan dengan lap lembab larutan desinfektan lalu dengan lap kering
• Sprei besar digulung setengah bagian, gulungannya terletak dibawah punggung pasien, setengah bagian lagi diratakan dan dipasangkan pada kasur
• Peralak yang digulung tadi diratakan kembali dan diberi talk
• Sprei kecil digulung sebagian dan diletakkan dibawah punggung pasien. Sebagian lagi diratakan diatas peralak lalu dimasukkan bersama-sama kebawah kasur
• Setelah selesai dan rapi pasien dimiringkan kebagian yang bersih dengan bantalnya
• Lepaskan alat-alat tenun yang kotor dari bawah kasur
• Sprei kecil diangkat dan dimasukkan ketempat alat tenun yang kotor
• Peralak dibersihkan dan digulung ketengah
• Sprei besaar yang kotor diangkat dan dimasukkan ketempatnya
• Alas tempat tidur dan kasur dibersihkan seperti tadi
• Sprei besar dibuka dari gulungannya, diraatakan dan dipasang pada kasur
• Sarung bantal dan guling yang kotor ditanggalkan, letakkan ditempatnya dan bantal guling diratakan sisiny, sarung yang bersih dipasang
• Selimut yang kotor diganti dan yang bersih dipasang
• Boven laken yang diganti dan yang bersih dipaasang
• Alat-alat dibersihkan, dikembalikan ketempat masing-masing
6. Perhatian
a. Selama melakukan perasat, perhatikan keadaan umum pasien
b. Mengerjakan perasat harus cepat dan rapi
c. Alat-alat yang sudah dipakai pasien yang berpenyakit menular, direndam larutan desinfektan selama 24 jam pada tempat khusus.




B. MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR TERBUKA
1. Pengertian
Yaitu penggantian alat tenun pada tempat tidur yang tidak ada pasien
2. Tujuannya
• Memberikan rasa senang pada pasien
• Memelihara kebersihan dan kerapian
3. Persiapan alat
• Tempat tidur, kasur dan bantal-bantal
• Sprei kecil/stik laken
• Sarung bantal dan guling
• Peralak
• Selimut
• Boven laken
• Talk
4. Cara kerja
a. Alas kasur dipasang
b. Sprei besar dipasang
Garis tengah lipatan sprei harus tepat ditengah-tengah kasur, bagian atas sprei dimasukkan rata dibawah kasur sedalam ± 30cm, demikian juga sprei pada bagian kaki setelah ditarik setegang mungkin. Pada ujung sisi-sisi kasaur dibuat sudut segitiga (90˚) lalu seluruh tepi sprei besar dimasukkan kebawah kasur dengan rapi dan tegang. Demikian juga sisi yang satu lagi.
c. Peralak dipasang ± 30cm dari sisi tempat tidur, bagian kepala diberi talk tipis-tipis dan rata
d. Sprei kecil dipasang rata diatas peralak, sisi-sisinya dimasukkan bersama-sama peralak kebawah kasur setegang mungkin
e. Boven laken yang dilipat melebar dan tak dipasang terbalik
f. Selimut dilipat 4 secara terbalik, dipasang pada kasur bagian kaki, bagian atas yang terbalik dimasukkan kebawah kasur lebih 10cm. Pada ujung sisi-sisinya dimasukkan kebawah kasur bersamaan dengan boven laken. Kemudian pada sisi kaki dibuat sudut 90˚
g. Bantal dipasangkan sarungnya, sudut-sudut bantal dimasukkan benar-benar kedalam sudut-sudut sarungnyaa. Letakkan pada tempat tidur bagian kepala dan bagian sarung bantal yang terbuka jangan menghadap kearah pintu masuk
h. Pasang boven laken untuk menutup tempat tidur agar tidak berdebu.

Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
Kaji data fokus
a. Data objektif
b. Data subjektif
Contoh :
Data Objektif - Alat tenun tampak kotor
- Alat tenun tampak tidak rapi
- Klien tampak gelisah
- Klien tampak menggaruk
Data Subjektif - Klien mengatakan merasa tidak nyaman
- Klien mengatakan merasa gatal
- Klien mengatakan alat tenun kotor

2. Diagnosa keperawatan
a. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan alat tenun yang kotor
b. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan alat tenun tidak bersih.
3. Intervensi
a. Kaji kebutuhan klien
Tujuan :
- Memberi rasa nyaman pada pasien
- Mencegah terjadinya dekubitus pada pasien
b. Kaji persiapan alat dengan lengkap
c. Lakukan prosedur ganti alat tenun.
4. Implementasi
a. Mengkaji kebutuhan pasien
b. Mengkaji persiapan alat
c. Ganti alat tenun tertutup
d. Evaluasi tindakan yang dilaksanakan.
5. Evaluasi
D/O :
- Klien tampak tenang
- Klien tampak nyaman
- Tempat tidur klien tampak bersih
D/S : - Klien mengatakan sudah nyaman
- Klien merasakan tidak merasa gatal lagi

S :
D :
A :
P : Klien mengatakan sudah nyaman
Klien tampak nyaman dan tenang
Masalah ketidaknyamanan teratasi
Intervensi terselesaikan

Dokumentasi : Kenyamanan klien

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar